Tips Ahli Untuk Anak Dengan Picky Eater

Spread the love

Tips Ahli Untuk Anak Dengan Picky Eater

Jika Anda adalah orang tua dari pemilih makanan, ketahuilah bahwa anda tidak sendirian. Banyak orang tua berjuang untuk membuat anak mereka menerima makanan baru, dan prosesnya bisa jadi sulit. Saat berhadapan dengan pemilih makanan, ingatlah untuk tetap tenang dan cobalah beberapa tips berbasis bukti yang tercantum di atas. Dengan pendekatan yang tepat, akan tumbuh untuk menerima dan menghargai berbagai jenis makanan dari waktu ke waktu.

Meskipun Anda mungkin berpikir Anda sendirian dalam perjuangan untuk membuat anak mencoba makanan baru, banyak orang tua memiliki masalah yang sama. Faktanya, penelitian telah menemukan bahwa sebanyak 50% orang tua menganggap anak usia prasekolah mereka sebagai pemilih makanan.Berurusan dengan anak-anak yang pemilih makanan bisa membuat frustrasi, terutama ketika Anda tidak yakin tentang cara yang efektif dan aman untuk memperluas preferensi makanan anak.

Plus, anak-anak yang dibatasi hanya pada beberapa makanan berisiko tidak mendapatkan jumlah dan variasi nutrisi yang tepat yang dibutuhkan tubuh mereka yang sedang tumbuh untuk berkembang. Kabar baiknya adalah bahwa ada banyak cara berbasis bukti untuk membujuk anak Anda untuk mencoba, menerima, dan bahkan menikmati makanan baru.

Tips bermanfaat untuk dicoba dengan pemilih makanan Anda.

  • Jadilah Kreatif Dengan Resep dan Presentasi Beberapa anak mungkin terganggu oleh tekstur atau penampilan makanan tertentu. Inilah sebabnya mengapa membuat makanan terlihat menarik bagi anak Anda adalah penting ketika membuat mereka mencoba hidangan baru. Misalnya, menambahkan beberapa daun bayam atau kangkung ke smoothie favorit anak Anda yang berwarna cerah adalah cara yang bagus untuk memperkenalkan sayuran hijau. Sayuran cincang seperti paprika, wortel, bawang, dan jamur dapat dengan mudah ditambahkan ke resep ramah anak seperti saus pasta, pizza, dan sup. Cara lain untuk membuat makanan terlihat lebih menggugah selera anak adalah dengan menyajikannya dengan cara yang menyenangkan dan kreatif, misalnya dengan menggunakan pemotong kue bintang untuk membuat buah dan sayuran segar menjadi bentuk yang menyenangkan.
  • Jadilah Teladan Makanan untuk Anak Anda Meskipun Anda mungkin tidak menyadarinya, anak-anak Anda dipengaruhi oleh pilihan makanan Anda. Anak-anak belajar tentang makanan dan preferensi makanan dengan mengamati perilaku makan orang lain. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa anak kecil lebih cenderung menerima makanan baru ketika orang lain di sekitar mereka juga memakan makanan tersebut. Sebuah penelitian di 160 keluarga menemukan bahwa anak-anak yang mengamati orang tua mengonsumsi sayuran untuk camilan dan salad hijau dengan makan malam secara signifikan lebih mungkin untuk memenuhi rekomendasi buah dan sayuran setiap hari daripada anak-anak yang tidak. Cobalah meningkatkan konsumsi makanan sehat seperti sayuran dan menikmatinya saat makan dan sebagai camilan di depan anak Anda. Menjadikan makan sehat sebagai norma dalam rumah tangga dan membiarkan anak-anak  mengamati Anda makan makanan bergizi dapat membantu mereka mendapatkan kepercayaan diri untuk mencobanya juga.
  • Mulailah Dengan Selera Kecil Adalah normal bagi orang tua untuk ingin memberi makan anak-anak mereka porsi yang sehat untuk memastikan mereka mendapatkan kalori yang mereka butuhkan. Namun, ketika mencoba makanan baru, lebih kecil mungkin lebih baik. Memberi anak porsi besar dapat membuat mereka kewalahan dan menyebabkan mereka menolak makanan hanya karena porsinya terlalu besar. Saat mencoba makanan baru, mulailah dengan jumlah kecil dan sajikan sebelum makanan lain yang lebih disukai. Misalnya, berikan beberapa kacang polong untuk dicoba anak Anda sebelum makan malam lasagna favoritnya. Jika mereka melakukannya dengan baik dengan porsi yang lebih kecil, perlahan-lahan tingkatkan jumlah makanan baru pada makanan berikutnya sampai ukuran porsi normal tercapai.
  • Hadiahi Anak Anda dengan Cara yang Benar Seringkali, orang tua menggoda anak untuk mencoba makanan baru dengan menjanjikan hadiah berupa makanan penutup atau camilan nanti. Namun, ini mungkin bukan cara terbaik untuk meningkatkan penerimaan makanan. Menggunakan makanan yang tidak sehat seperti es krim, keripik atau soda sebagai hadiah dapat menyebabkan anak-anak mengonsumsi kalori dalam jumlah berlebihan dan makan saat mereka belum tentu lapar. Para ahli menyarankan bahwa menggunakan hadiah non-makanan untuk mendorong penerimaan makanan adalah yang terbaik. Cukup menggunakan pujian verbal untuk memberi tahu anak-anak bahwa Anda bangga dengan mereka adalah salah satu metodenya. Stiker, pensil, waktu bermain ekstra, atau membiarkan anak memilih permainan favorit untuk dimainkan setelah makan malam adalah contoh hadiah yang tidak terkait dengan makanan yang dapat Anda gunakan untuk mendorong penerimaan makanan.
  • Singkirkan Intoleransi Makanan Meskipun pilih-pilih makanan umum terjadi pada anak-anak, ada baiknya untuk mengesampingkan intoleransi makanan dan alergi juga. Sementara alergi memiliki gejala yang jelas seperti ruam, gatal dan pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, intoleransi bisa lebih sulit untuk diidentifikasi. Perhatikan apa yang anak Anda tolak untuk makan dengan menuliskannya di jurnal. Jika anak Anda cenderung menghindari makanan seperti produk susu, makanan yang mengandung gluten, atau sayuran silangan, mereka mungkin mengalami gejala yang tidak menyenangkan terkait dengan intoleransi makanan. Tanyakan kepada anak Anda apakah ada makanan yang membuat mereka merasa mual, kembung, atau sakit dengan cara apa pun dan tanggapi dengan serius jawabannya. Jika menurut Anda anak Anda mungkin memiliki alergi makanan atau intoleransi, bicarakan dengan dokter anak anak Anda untuk mendiskusikan tindakan terbaik.
  • Ingatlah Bahwa Anda Bertanggung Jawab Anak-anak bisa sangat persuasif, itulah sebabnya penting bagi orang tua untuk mengingat bahwa mereka harus memegang kendali. Pemakan pilih-pilih sering meminta makanan tertentu, bahkan jika anggota keluarga lainnya makan sesuatu yang lain. Disarankan agar orang tua menawarkan makanan yang sama untuk seluruh keluarga dan tidak melayani anak-anak yang pilih-pilih dengan membuat mereka hidangan yang berbeda. Mintalah anak-anak duduk sepanjang waktu makan dan berbicara dengan mereka tentang berbagai rasa, tekstur, dan rasa di piring. Menyajikan makanan yang mengandung makanan baru dan makanan yang sudah disukai anak Anda adalah cara terbaik untuk mendorong penerimaan tanpa mengabaikan permintaan mereka sepenuhnya.
  • Libatkan Anak Anda dalam Perencanaan Makan dan Memasak Salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan dengan anak-anak untuk mengembangkan minat mereka pada makanan adalah dengan melibatkan mereka dalam memasak, berbelanja, dan memilih makanan. Membawa anak-anak ke toko kelontong dan membiarkan mereka memilih beberapa makanan sehat yang ingin mereka coba dapat membuat waktu makan menyenangkan dan mengasyikkan sekaligus memberi mereka kepercayaan diri. Biarkan anak-anak membantu Anda mengumpulkan makanan dan camilan dengan meminta mereka menyelesaikan tugas-tugas aman yang sesuai dengan usia mereka, seperti mencuci atau mengupas produk atau menata makanan di atas piring. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam persiapan makan lebih cenderung mengonsumsi sayuran dan kalori secara umum daripada mereka yang tidak. Anda akan membantu mereka mengembangkan keterampilan yang dapat mereka gunakan selama sisa hidup mereka — menyiapkan makanan sehat.
  • Bersabarlah Dengan Picky Eater Anda Anak-anak membutuhkan kesabaran di semua lapisan masyarakat, terutama dalam hal preferensi makanan. Orang tua harus merasa nyaman mengetahui bahwa sebagian besar anak yang dianggap pemilih makanan dapat mengatasi kualitas ini dalam beberapa tahun. Sebuah penelitian pada lebih dari 4.000 anak menemukan bahwa prevalensi pilih-pilih makan adalah 27,6% pada usia 3 tahun tetapi hanya 13,2% pada usia 6.  Penelitian juga menunjukkan bahwa menekan anak Anda untuk mengonsumsi makanan dapat meningkatkan pilih-pilih dan menyebabkan anak makan lebih sedikit. Meskipun berurusan dengan picky eater bisa membuat frustasi, kesabaran adalah kunci ketika mencoba untuk meningkatkan asupan anak Anda dan memperluas preferensi makanan.
  • Jadikan Waktu Makan Menyenangkan Menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan bebas tekanan saat makan adalah kunci ketika berhadapan dengan pemilih makanan. Anak-anak dapat merasakan ketika ada ketegangan di udara, yang dapat menyebabkan mereka menutup diri dan menolak makanan baru. Biarkan anak-anak, terutama anak-anak kecil, mengeksplorasi makanan dengan menyentuh dan mencicipinya tanpa merasa frustrasi dengannya.Anak-anak mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang  diharapkan untuk menghabiskan makanan mereka atau mencicipi bahan baru dan bersikap suportif akan membantu mereka merasa lebih nyaman. Namun, para ahli menyarankan agar makan tidak lebih dari 30 menit dan tidak apa-apa untuk membuang makanan setelah waktu itu. Menyajikan makanan dengan cara yang menyenangkan adalah cara lain untuk membuat anak Anda tertarik untuk makan. Mengatur makanan menjadi bentuk atau figur konyol pasti akan membawa senyum ke waktu makan.
  • Kurangi Gangguan Saat Makan Orang tua harus menciptakan lingkungan yang bebas gangguan untuk anak-anak mereka selama makan dan camilan. Meskipun mungkin tergoda untuk membiarkan anak menonton TV atau bermain game selama waktu makan, itu bukan kebiasaan yang baik untuk berkembang menjadi pemilih makanan. Selalu tempatkan anak-anak di meja makan saat menyajikan makanan atau camilan. Ini memberikan konsistensi dan membuat mereka tahu bahwa ini adalah tempat untuk makan, bukan bermain. Untuk memastikan anak duduk dengan nyaman, pastikan meja makan sejajar dengan perut, jika perlu gunakan booster seat. Matikan televisi dan simpan mainan, buku, dan barang elektronik agar dapat fokus pada tugas yang ada. Terus Pamerkan Anak Anda pada Makanan Baru. Meskipun Anda mungkin berpikir anak tidak akan pernah menerima makanan baru, penting untuk terus mencoba. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mungkin membutuhkan sebanyak 15 paparan makanan baru sebelum menerimanya. Inilah sebabnya mengapa orang tua tidak boleh menyerah bahkan setelah anak mereka berulang kali menolak makanan tertentu. Sering-seringlah mengekspos anak Anda pada makanan baru dengan menawarkan sedikit makanan bersama dengan porsi makanan yang sudah mereka sukai. Tawarkan sedikit rasa makanan baru, tetapi jangan memaksanya jika anak Anda menolak untuk mencicipinya. Paparan berulang terhadap makanan baru dengan cara yang tidak memaksa telah terbukti menjadi metode terbaik untuk mempromosikan penerimaan makanan
  • Gunakan Teknik Makan Penuh Perhatian Membuat anak Anda menjadi sadar dan memperhatikan perasaan lapar dan kenyang dapat menyebabkan perubahan positif pada picky eater Anda. Alih-alih meminta anak untuk makan beberapa suap lagi, tanyakan apa yang mereka rasakan. Pertanyaan seperti “Apakah perut Anda memiliki ruang untuk gigitan lagi?” atau “Apakah ini rasanya enak untukmu?” berikan perspektif anak tentang seberapa lapar mereka dan bagaimana mereka menikmati makanan. Hal ini juga memungkinkan anak-anak untuk menjadi lebih selaras dengan perasaan lapar dan kenyang. Hormati bahwa anak Anda memiliki titik kenyang dan jangan mendorong mereka untuk makan melewati titik itu.
  • Perhatikan Preferensi Rasa dan Tekstur Anak Anda Sama seperti orang dewasa, anak-anak memiliki preferensi untuk rasa dan tekstur tertentu. Memahami jenis makanan yang disukai anak-anak Anda dapat membantu Anda menawarkan makanan baru yang kemungkinan besar akan mereka terima. Misalnya, jika seorang anak menyukai makanan yang renyah seperti pretzel dan apel, mereka mungkin lebih menyukai sayuran mentah yang menyerupai tekstur camilan favorit mereka daripada sayuran matang yang lebih lembut. Jika anak Anda menyukai makanan yang lebih lembut seperti oatmeal dan pisang, tawarkan makanan baru dengan tekstur serupa seperti ubi yang sudah dimasak. Untuk membuat sayuran lebih menggugah selera bagi pemilih makanan dengan gigi manis, campur makanan seperti wortel dan labu butternut dengan sedikit sirup maple atau madu sebelum dimasak.
  • Kurangi Ngemil yang Tidak Sehat Jika anak Anda mengemil makanan yang tidak sehat seperti keripik, permen, dan soda, itu bisa berdampak negatif pada asupan saat makan. Membiarkan anak-anak kenyang sepanjang hari dengan makanan ringan hanya akan membuat mereka kurang tertarik untuk makan ketika waktu makan tiba. Tawarkan makanan dan camilan sehat pada waktu yang konsisten setiap 2-3 jam sepanjang hari. Ini memungkinkan anak-anak untuk mengembangkan nafsu makan sebelum makan berikutnya. Sajikan minuman atau makanan yang mengenyangkan seperti susu atau sup di akhir, bukan di awal makan, untuk mencegah anak terlalu kenyang sebelum mulai makan.
  • Dorong Makan Bersama Teman Sama seperti orang tua, teman sebaya dapat mempengaruhi asupan makanan anak. Mengajak anak makan bersama anak seusianya yang lebih suka bertualang bisa membantu mereka lebih termotivasi untuk mencoba makanan baru. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih cenderung makan lebih banyak kalori dan mencoba lebih banyak makanan saat makan bersama anak lain. Jika memasak untuk anak Anda dan teman-temannya, cobalah menambahkan beberapa makanan baru bersama dengan makanan yang disukai anak Anda. Dengan melihat anak-anak lain mencoba makanan baru, hal itu dapat mendorong picky eater untuk mencicipinya juga.
  • Dapatkan Bantuan dari Spesialis Meskipun pilih-pilih makan pada anak-anak adalah hal biasa, ada beberapa tanda peringatan yang mungkin menandakan masalah yang lebih serius. Jika Anda melihat tanda bahaya ini saat anak Anda makan, hubungi dokter Anda untuk meminta bantuan :
    • Kesulitan menelan (disfagia)
    • Pertumbuhan dan perkembangan yang lambat secara tidak normal
    • Muntah atau diare
    • Menangis saat makan, menunjukkan rasa sakit
    • Kesulitan mengunyah
    • Kecemasan, agresi, reaktivitas sensorik atau perilaku berulang, yang dapat mengindikasikan autisme
    • Selain itu, jika Anda merasa membutuhkan masukan profesional tentang perilaku pilih-pilih makanan anak Anda, hubungi dokter anak atau ahli diet terdaftar yang berspesialisasi dalam pediatri.
    • Profesional perawatan kesehatan dapat menawarkan bimbingan dan dukungan kepada orang tua dan anak-anak.

Penanganan gangguan makanan dan kesulitan makan yang terbaik adalah mencari penyebab dan menanganinya. Penyebab dan pemicu paling sering adalah fungsi saluran cerna. Bila hal ini tidak ditangani dengan baik maka berbagai tip yang dianjurkan kadangkala tidak banyak bermanfaat. Widodo Judarwanto, pediatrician

Материалы по теме:

Kisah Joel Bayi 10 Bulan : Sulit Makan, Berat Sulit Naik dan Di Vonis TBC Padahal Tidak Benar Idap Penyakit itu
https://youtu.be/nlZkHr48RYA Pemberian makan pada bayi memang sering menjadi masalah buat orangtua atau pengasuh anak. Keluhan tersebut sering dikeluhkan orang tuakepada dokter yang merawat anaknya. Lama ...
Epidemiologi Gagal Tumbuh atau Failure To Thrive
Meskipun diskusi tentang kegagalan pertumbuhan anak dapat ditelusuri kembali lebih dari satu abad dalam literatur medis, istilah kegagalan untuk berkembang (FTT) hanya digunakan dalam ...
YOUTUBE PILIHAN : TANGANI SULIT TERBAIK, TANGANI PENYEBABNYA BUKAN VITAMIN
Pemberian makan pada anak memang sering menjadi masalah buat orangtua atau pengasuh anak. Keluhan tersebut sering dikeluhkan orang tua kepada dokter yang merawat anaknya. ...
Gagal Tumbuh Pada Anak
Gagal Tumbuh Pada Anak
BACA  Kisah Balita 4 Tahun : Berat Sulit Naik, Sulit Makan dan Overdiagnosis TBC. Ternyata Hanya Alami Gangguan Fungsi Saluran Cerna Sebagai Penyebab Utama Gangguan Itu
Sebagian besar anak terus bertambah berat dan tumbuh cepat dalam beberapa tahun pertama kehidupan. Tetapi dalam beberapa kasus, anak-anak tidak ...
Mitos dan Kontroversi Sulit Makan : Anak Saya Makan Banyak Tapi Tak Gemuk
Mitos dan Kontroversi Terbesar Anak Picky Eaters dan Sulit Makan Mitos dan Kontroversi : Anak saya makannya banyak tetapi tidak gemuk Fakta:Sebenarnya bila ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.