Penyebab Utama Sulit Makan Pada Orangtua

Spread the love

Kelompok usia lansia atau lanjut usia adalah salah satu kelompok usia yang rentan terkena malnutrisi adalah kelompok lanjut usia. Hal ini disebabkan karena gangguan makan yang sangat sering terjadi. masalah sulit makan memang disebabkan oleh berbagai hal

Fungsi tubuh kita berubah seiring bertambahnya usia. Masalah makan yang disebabkan oleh penurunan fungsi fisiologis sering terjadi pada lansia. Hal ini dapat mengakibatkan pola makan tidak seimbang yang selanjutnya dapat memengaruhi status gizi. Dengan modifikasi pola makan yang tepat, masalah makan ini bisa diatasi.

 

  1. Kesulitan mengunyah. Penyebab: Gigi yang kendor, gigi palsu yang tidak pas, atau penurunan sekresi air liur dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau kesulitan mengunyah. Pilih makanan dengan tekstur yang sesuai. Gangguan kesehatan gigi dan mulut. Jangan Masalah kesehatan gigi dan mulut pada orang yang lanjut usia malas membersihkan area mulutnya, sehingga akhirnya kesehatan gigi dan mulutnya tak terjaga dengan baik. Padahal, hal ini secara tidak langsung akan memengaruhi fungsi mulut dan lidah. Khususnya gigi yang berlubang, patah atau  sariawan. Pada  beberapa kelompok lansia sering mengalami gangguan susah menelan, mengecap, serta mengunyah makanannya.  Pada kelompok ini biasanya mengalami gangguan kemunduran kemampuan oral motor, terutama pada orang yang bicaranya mulai tak jelas atau pelo, paska strok atau gangguan persarafan lainnya. Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil dengan memotong atau menggiling, mengubah tekstur makanan dengan haluskan menggunakan blender sebelum makan, masak makanan sampai empuk, atau tambahkan saus. Kunjungi dokter gigi secara teratur dan kenakan gigi palsu yang terpasang dengan baik.
  2. Penurunan kemampuan indera pengecap. Biasanya, semakin memasuki usia tua, seseorang akan mengalami penurunan kemampuan mengecap. Lidah sebagai indera pengecap, terdiri dari bintil-bintil kecil yang terbuat dari ujung-ujung saraf. Dari bagian lidah itu, rasa makanan akan dikirim ke otak kemudian otak akan memberitahu Anda, rasa apa yang dimiliki makanan tersebut. Pada lansia kemampuan saraf akan semakin menurun, begitu juga saraf yang ada di permukaan lidah. Jadi, lidah tak lagi terlalu peka dengan rasa-rasa makan. Hal ini membuat lansia akan sering merasakan makanannya hambar, kurang bumbu, atau bahkan tidak ada rasa sama sekali. Akhirnya, menimbulkan masalah susah makan. Jika memang tidak dapat meningkatkan kembali kemampuan pengecap, maka sebaiknya memberikan makanan yang memiliki warna serta dekorasi yang menarik, sehingga orang pun tertarik untuk mengonsumsinya. Sementara untuk mengakali lidah yang semakin tidak peka, Anda bisa menambahkan lebih banyak rempah-rempah ke dalam makanan, jadi makanan memiliki rasa yang lebih kuat. Untuk menambah rasa, gunakan bumbu atau rempah-rempah seperti jahe, daun bawang, bawang putih atau kulit jeruk keprok kering, dll., (Herba barat seperti peterseli, ketumbar, lada, dll.) Untuk membumbui makanan daripada makanan yang diawetkan atau diasamkan dan bumbu seperti itu. seperti ikan asin, telur asin, miso, saus tiram, dll., (makanan barat atau bumbu seperti sosis, kaldu kubus, garam di meja, dll.,). Anjurkan untuk mengunyah dan memastikan kebersihan gigi yang benar. Hindari merokok.
  3. Gangguan Nafsu makan. Lansia yang mengalami susah makan, biasanya disebabkan oleh nafsu makan menurun. Penyebab gangguan nafsu kakan yang paling sering adalah hipersensitif saluran cerna atau kemampuan fungsi saluran cerna orangtua semakin menurun.  Gangguan pencernaan yang terjadi dengan gejala air liur meningkat, kembung, mudah diare atau sulit BAB. Pilih makanan yang lembab seperti bubur, labu tumbuk atau puding telur kukus. (makanan barat seperti kentang tumbuk, kacang panggang, sup daging, dll.,)
    Sediakan makanan dengan saus, kuah kuah atau sup bening, atau lembutkan roti atau kerupuk dengan susu atau sup. Minumlah air untuk melembabkan mulut sebelum makan atau mengunyah acar atau irisan lemon segar untuk merangsang sekresi air liur.  Air liur dan cairan pencernaan yang berkurang dapat menyebabkan pencernaan yang buruk dan penyerapan nutrisi, yang sering dikaitkan dengan gejala seperti mual dan perut kembung setelah makan. Makan sedikit, sering dan kunyah perlahan. Hindari asupan makanan yang digoreng atau berlemak tinggi dan kurangi asupan makanan atau minuman yang mengandung kafein atau alkohol. Hindari berbaring tepat setelah makan; melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki dapat membantu pencernaan. Berikan  makanan kecil dan sering yang dilengkapi dengan camilan padat nutrisi seperti roti dengan keju atau selai kacang, sup makanan penutup yang dibuat dengan susu, telur atau tahu, dll., (Makanan barat seperti puding puding, es krim, yoghurt) Gunakan bumbu atau rempah-rempah seperti jahe, daun bawang, bawang putih atau kulit jeruk keprok kering, dll., (Herba barat seperti peterseli, ketumbar, merica, dll.,) Sebagai bumbu, atau hiasi makanan dengan wortel atau jagung untuk membuat hidangan lebih menarik. Siapkan makanan padat nutrisi dengan menambahkan daging cincang, ikan, tahu, telur, kentang atau kacang kering ke dalam bubur, mie atau sup. Anjurkan mengkonsumsi bahan soto bersama dengan soto tersebut sehingga dapat menambah asupan gizi.
BACA  Gangguan Menelan Pada lansia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *