Pertumbuhan, Permasalahan dan Pengukurannya

wp-1521623082375..jpgPertumbuhan, Permasalahan dan Pengukurannya

Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran, jumlah sel, dan jaringan pembentuk tubuh lainnya sehingga ukuran fisik dan bentuk tubuh bertambah sebagian atau keseluruhan. Pertumbuhan dapat dinilai dengan mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala.

Masa pertumbuhan tercepat seorang anak adalah 1000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK), yang dinilai sejak awal kehamilan hingga ulang tahun kedua seorang anak. Pada masa ini terjadi pembentukan otak dan organ penting lainnya. Potensi tinggi badan seorang anak sangat bergantung pada kecukupan nutrisi yang didapat selama masa ini. Adanya gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi dan tidak diintervensi menyebabkan efek jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas hidupnya.

Pengukuran yang sering terlupa oleh orang tua adalah lingkar kepala. Pengukuran ini setiap tiga bulan sampai usia satu tahun, dan setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun. Dari hasilnya, lingkar kepala dapat dibagi menjadi normal, kecil (mikrosefali), dan besar (makrosefali).Lingkar kepala yang kecil ataupun besar dapat disebabkan gangguan pertumbuhan otak.

Fase pertumbuhan normal dibagi menjadi empat fase, yakni fase intrauterin, masa bayi, masa kanak-kanak, dan pubertas. Berikut penjabarannya.

  • Intrauterin Pada fase ini pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh lingkungan intrauterin. Insulin, IGF dan protein pengikat berperan penting dalam pertumbuhan fetus. Hormon pertumbuhan dan hormon tiroid pada fase ini nggak banyak berperan. Pertumbuhan tercepat saat usia kandungan 20-24 minggu dengan laju pertumbuhan 2,5 cm tiap minggu.
  • Masa Bayi Rerata laju pertumbuhan anak pada tahun pertama yakni 25 cm per tahun. Pertumbuhan badan cepat namun mengalami deselerasi selama dua tahun pertama kehidupan. Deselerasi paling utama terjadi pada tahun kedua. “Pertumbuhan sering melewati persentil selama 24 bulan pertama. Pada fase ini bayi akan tumbuh sesuai potensi genetik dan menjauhi kelebihan atau keterbatasan lingkungan intrauterin. Fase ini sangat dipengaruhi oleh nutrisi
  • Masa Kanak-kanak Pada fase pertumbuhan normal, kecepatan pertumbuhan anak konstan antara 4,5 hingga 7 cm tiap tahun. Kecepatan kian berkurang sebelum remaja. Masa bayi dan kanak-kanak adalah masa-masa penting terutama bagi anak perempuan. Hal ini karena begitu anak tersebut haid, maka pertumbuhannya melambat lagi bahkan lambat banget. Dan perlu diingat haid adalah puncak dari pubertas. Hanya ada kemungkinan kecil anak untuk tumbuh lagi. Maka dari itu, sebagai orang tua kita perlu memberikan nutrisi yang cukup agar pertumbuhan anak optimal.
  • Pubertas Pada saat pubertas, ada percepatan pertumbuhan 8-14 cm per tahun karena adanya efek sinergis peningkatan steroid gonad dan sekresi hormon pertumbuhan. Seperti dikatakan dr Aman, ketika anak sudah mencapai puncak pubertas, maka kemungkinan tinggi badannya bertambah sedikit.

Cara menilai

  • Cara mudah mengetahui pertumbuhan bayi usia satu tahun normal atau tidak adalah berat badan mencapai tiga kali berat lahir, panjang badan naik 50 persen dari panjang lahir, dan lingkar kepala naik sekitar 10 cm.
  • Setiap anak akan bertumbuh dengan kecepatan yang berbeda sehingga perlu pengukuran berkala untuk memastikan tidak ada kelainan.
  • Frekuensi pengukuran yang disarankan adalah setiap bulan sampai usia satu tahun, setiap 3 bulan sampai usia 3 tahun, setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun, dan 1 tahun sekali pada tahun-tahun berikutnya.

Parameter Penilaian

  • Acuan yang digunakan untuk tiap kelompok usia dapat berbeda. Saat ini Indonesia menggunakan kurva pertumbuhan milik Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan kurva dari Center for Disease Control Prevention (CDC,2000).
  • Indikator yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), meski ada juga indicator lain seperti tinggi badan menurut usia (TB/U), dan berat badan menurut usia (BB/U).
  • Indikator BB/TB menentukan status gizi anak dengan membandingkan berat dengan berat ideal menurut tinggi badannya, kemudian dapat diinterpretasikan sebagai obesitas, gizi lebih, gizi baik, gizi kurang, dan gizi buruk. Indikator TB/U membandingkan tinggi badan seorang anak dengan anak yang sama jenis kelamin seusianya.
  • Interpretasinya adalah tinggi, normal, perawakan pendek, dan perawakan sangat pendek. Adapun indicator BB/U membagi anak menjadi berat badan normal, berat badan kurang, dan berat badan berlebih. Indicator ini membandingkan berat badan seorang anak dengan anak seusianya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s