Mitos & Kontroversi: Bayi BB Sulit Naik Stop ASI Karena ASI Tidak Berkualitas

Mitos & Kontroversi: Bayi BB Sulit Naik Stop ASI Karena ASI Tidak Berkualitas

Mitos dan Kontroversi : 

  • Bayi berat badan sulut naik disarankan stop susu dan ASI, karena penyebab sulit makan dianggap karena ASInya tidak berkualitas. 
  • Sehingga beberapa dokter mengadviskan menghentikan susu karena anak sulit makan dianggap karena ngempeng ASI mamanya atau sakaw ASI

Fakta: 

  • Biila dicermati ada beberapa faktor yang membuat gangguann kenaikkan berat badan.
  • FAKTOR UTAMA afalah ada beberapa anak tertentu mempunyai genetik tertentu saat usia tertentu BB sulit gemuk tetapi bisa normal. Misalnya seharusnya saat usia 0 – 3 bulan idealnya naik BB 1000 gram tiap bulan teyapu hanya naik 800 gram atau kurang.  Kelompok anak seperti ini hiasanya mempunyai riwayat sulit gemuk pada  saudara kandung atau orangtua yang sama saat usia usia tertentu terutama pada saudara atau orangtua yang mempunyainfenotipe dan wajah yang sama. Dalam perjalanan usia saat usia tertentu kelompok anak seperyi ini akan bisa gemuk. Ada kelompomtrtenyu bisa gemuk setelah usia 5 tahhn, tetapi ada juga yang bisa gemuk setelah usia remaja, sewasa atau bahkan setelah melahirkan. Kelompok anak seperti ini sering mengalami hipersensitif saluran cerna. Saat hal itu yidak diperbaiki makan kenaikkan brat badan akan lebih sulit naik.
  • Benarkah minum ASI banyak tettapi tidak gemuk ? Salah satunya yang harus diperhatikan saat orangtua menyampaikan keluhan anaknya minum  ASI banyak tetapi berat badan tidak naik. Tetapi ternyata banyak fakta dalam praktek sehari hari sering didiapatkan anak minum banyak ASI tidak benar. Memang pada kasus tersebut anak berilangkali minta minum susu tetapi bila dicrmati ternyata anak seting rewel dan menangisnatau kadang kolik yangbmembuat anak sering menangis. Saat seperti ini ibunsulit membedakan apakah anak merasa nyetj oetut atau tidak nyaman atau karena haus. Hal inindibuktikan bahwa anaknseperti ini seringkali minta minum tetapi sering saat menghisap ASI tetap hanya sebentar dan dilepas. Atau kadangkala minumnya hanya beberapa berhenti tetapi hanya ngempeng ASI.
  • Keadaan ini sering terjadi pada anak kesulitan makan dengan gangguan fungsi saluran cerna seperti mudah muntah saat menangis atau batuk atau mudah atau mudah mual saat disuap makanan atau memasukkan tangan ke mulut. Saat terjadi keluhan mual biasanya nafsu makannnya menurun. Pada saat inilah anak menutup mulut, menepis makanan atau menolak makanan yang karena keluhan mual dan muntah tetapi dianggap karena terlalu banyak susu atau sering ngempeng. Saat ibu mengikutio saran menghentikan susu dan menghentikan ASI banyak kasus tetap membuat anak sulit makan karena penyebab utama saluran cerna tidak diperbaiki. Bahkan banyak anak sulit makan meskipun tidak makan dalam waktu seharian tetap tahan karena memang nafsu makannya hilang saat terjadi mual dan muntah. Justru saat susu dan ASI dihentikan faktanya banyak anak tetap sulit makan bhakan berat badannya semakin menurun karena asupan gizinya semakin berkurang. Susu menjadi penyebab sulit makan bila saat jam makan diberi susu. Sebaiknya beberapa jam sebelum jam mnakan tiba tidak diberi susu. tetapi saat anak tetap sulit makan setelah itu tetap harus diberi susu untuk pengganti asupan giizi yang kurang.
  • Tetapi memang benar saat terjadi gangguan fungsional saluran cerna atau hipersensitif saluran cerna salah satU gangguannnya nyeri perut atau lam sering rewel. Malam rewel atu nyeri perut itu membuat bayi atau anak sering gelisah dan sering terbangun. Hal ini mengakibatkan anak sering dianggap haus padahal anak hanya ngempeng ASI. Ternyata saat saluran cerna diperbaiki dengan menghindari makanan tertentu yang beresiko terjadi gangguan alergi makanan atau hipersensitif makanan yang terjadi adalah anak tidur malam lebih tenang dan tidak sering lagi rewel atau ngempeng ASI ibunya. Saat perutnya membaik bukaj hanya rewrl malam membaik tetapi ternyata nafsu makannyapun ikut membaik.

1516243780133-13.jpg

  • Penanganan Terbaik Atasi Penyebabnya Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makanan ke mulut, kemudian mengunyah dan menelan, sehingga ketrampilan dan kemampuan sistem pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan. Pergerakan motorik yang berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah, dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah, dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi oral motor atau koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan.
  • Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan nafsu makan yang makan yang tidak baik. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu.
  • Gejala kesulitan makan pada anak adalah (1) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil.
  • Gangguan oral motor dan nafsu makan yang berkurang sering disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna. Data yang ada di Picky Eaters Clinic Jakarta, sebagian besar penderita atau sekitar 90 persen penderita sulit makan sering disertai gangguan alergi dan hipersensitiftas saluran cerna.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna pada bayi berupa : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS atau GER, Sering muntah atau gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, Sering rewel atau gelisah terutama malam hari atau kadang mengalami kolik namun kedaan ini sering dianggap haus minta minum, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis, tali pusat lama keringnya dan lepasnya lama. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna pada anak berupa : MUAL terutama pagi hari, bila menangis atau batuk mudah muntah, BAB tidak tiap hari, sering sulit atau ngeden bila BAB, BAB lebih dari 2 kali, mudah NYERI PERUT (Seperti mau BAB tapi tidak jadi), tidur nungging, Feses : bau tajam, bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam, hijau atau gelap, berlendir, pernah berdarah (sering danggap disentri atau amuba), mulut berbau, bihir kering, lidah kotor dan berpulau, mudah mual atau muntah, sering buang angin dan berbau tajam Berbagai tip dan cara pemberian makanan bagi anak ternyata kurang bermanfaat bila penyebab utama gangguan saluran cerna pada anak sulit makan tidak diperbaiki.
  • Ternyata saat dilakukan intervensi penanganan gangguan fungsi saluran cerna terdapat perbaikan diikuti membaiknya nafsu makan anak

wp-1521496441778..jpgwp-1521496884077..jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s