Penderita Gangguan Makan Beresiko Mengalami Kebutaan

Penderita Gangguan Makan Beresiko Mengalami Kebutaan

Gangguan makan banyak dialami oleh sekelompok orang tertentu. Pada umumnya meski mengganggu tapi penderita sering tidak mencemaskannya. Ternyata penderita gangguan makan beresiko terjadi gangguan kerusakan mata.

Para peneliti dari University of Athens, Yunani, menemukan pengidap kelainan pola makan, seperti anoreksia, berisiko tinggi mengalami kerusakan mata serius.

Penelitian yang dimuat dalam British Journal of Ophthalmology itu menyebutkan bahwa kerusakan mata biasanya terjadi pada makula atau bintik yang berada di dekat retina. Bintik itu berfungsi untuk menangkap cahaya dan membantu kita melihat detail benda dengan jelas.

Pada negara berkembang anorexia nervosa lebih sering terjadi pada wanita, sekitar 10 wanita mengalami gangguan ini dibanding 1 orang penderita laki-laki.

Peneliti menganalisa ketebalan makula dan aktifitas listrik ke dua mata 13 wanita dengan anorexia nervosa dan 20 wanita sehat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwea makula dan lapisan serabut saraf retinal. Secara bermakna lebih tipis pada mata penderita anoreksia wanita. Hal ini juga disertai kurangnya dopamain sebagai
neurotransmitter atau berperanan dalam aktifitas listrik di mata penderita anoreksi.

Kendati demikian, perlu diteliti lebih jauh apakah kerusakan mata ini bersifat permanen atau tidak. “Penelitian lebih jauh diperlukan untuk mengetahui apakah kerusakan itu dapat mengakibatkan butaan permanenatau bisa disembuhkan asal si pengidap anoreksia mau memperbaiki pola makannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s